Memoar luka seorang Muslimah

Tuhan,izinkan aku menjadi pelacur !

DIA seorang muslimah yang begitu taat, setiap jengkal tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. hampir semua waktunya dihabiskan untuk Shalat,mendalami Al-Quran serta berdjikir.dia memilih hidup yang Sufistik yang demi Ghirah kezuhudannya  kerap ia hanya mengonsumsi sepotong roti di pojok pesantren mahasiswa.cita citanya hanya satu : demi menjadi muslimah yang beragama secara Kaffah.

Namun ditengah jalan ia diterpa badai kekecewaan.organisasi garis keras yang mencita- citakan tegaknya syariat Islam yang di- idealkannya ,ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya.setiap tanya yang dia ajukan selalu dijawab dengan dogma tertutup.berkali-kali digugatnya kondisi itu,namun selalu kehampaan yang hadir.Tuhanpun seolah lari darinya.

Dalam keadaan kosong iman itulah ia terjerembab dalam dunia hitam.ia lampiaskan rasa frustasinya dengan gaya hidup bebas.” aku hanya ingin Tuhan melihatku,lihat aku Tuhan .kan kutuntaskan pemberontakanku pada_Mu !” katanya setiap kali selesai menuntaskan maksiatnya.(Astagfirullah)  tanpa rasa sesal secuilpun. dan dari petualangannya itu tersingkap topeng topeng kemunafikan dari para aktifis yang setelahnya ia ajak untuk bermaksiat.

~~~~~

Jangan kaget dulu kawan itu semua  hanya sebagian cerita , (mungkin bisa disebut novel) karya- muhidin m dahlan , saya tidak tahu tujuan ia menulis ini ,tapi mungkin setelah ini saya akan sarankan bagi keponakanku yang berangkat gadis untuk  berpikir ulang untuk membacanya. karena ada beberapa kalimat yang agak kasar menurut norma ketimuran . bagaimana menurut teman teman yang mungkin sudah membacanya?. .atau barangkali kurang moderatkah saya. ehmm (minta petunjuk mba dan masnya.)

Diterbitkan di:  on November 14, 2009 at 7:06 am Komentar (4)

kepada-Mu aku pasrahkan

TURUT BERDUKA CITA YANG MENDALAM

ATAS MUSIBAH KARENA BENCANA GEMPA DI SUMBAR DAN SEKITARNYA.

SEMOGA BAGI KELUARGA YANG DITIMPA NESTAPA INI

TETAP BERADA DALAM KEIMANAN ISLAM

DAN BAGI SEJUMLAH KORBAN SEMOGA DIMUDAHKAN DALAM ALAM KUBURNYA

AMIN YA ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM

Diterbitkan di:  on Oktober 5, 2009 at 2:33 am Komentar (12)

Satu ketika saat di meja makan,

imagesManusia sangatlah mendasar dalam tujuan hidupnya,tidak sekedar melulu  menuruti nalurinya saja, ada yang lebih mulia dari itu yakni mencari ridho Allah SWT .

beberapa hari kebelakang aku selalu mendapat nasehat yang  tentunya ditujukan buatku, nasehat itu datangnya dari ‘meja makan ‘  ketika makan bersama dengan keluarga.

sering manusia tidak  mampu mensyukuri nikmat yang sudah ada dihadapannya karena terlalu menginginkan hal yang belum ada. padahal apa yang sudah terhidang itu adalah rezeki yang telah diberi dari Allah yang selalu harus kita syukuri.

dan bila makanan telah terhidang dimeja bila ada yang tidak disukai janganlah mencela,kita harus belajar bersabar terhadap sesuatu yang tidak kita harapkan,karena dalam kehidupan nyata pun bila kita menjumpai sesuatu yang tidak kita harapkan kita bolehlah kecewa tetapi janganlah memutar balikan fakta.

dan bila makanan sudah siap disantap, kita hendaknya mencari orang lain untuk diajak makan bersama,makanan juga tidaklah harus mewah,yang penting kita ramah dan ikhlah pasti kawan akan senang , dalam hal ini saya mengajari anak anak saya dalam hal memberi karena dalam memberi tidaklah harus menunggu kaya raya. bila daya memberi ini tidak dilatih sejak dini jiwa sosial manusia akan tumpul ,sekalipun harta benda melimpah maka tetap saja pelit,bahkan maunya meminta.

ketika saat menikmati makanan juga hendaknya janganlah serakah ,hendaknya kita jangan mengambil makanan sebelum yang ada ditangan habis.nikmatilah yang telah ada digenggaman,meski ada keinginan untuk mengambil yang lain tahanlah nafsu itu, setelah habis barulah kita boleh mengambil makanan yang lain. janganlah seperti kera : tangan kanan menyuap ,tangan kirinya menggenggam ,sementara kedua kakinya sibuk mencengkram ,tidak cukup itu ketika temannya sedang memegang makanan maunya direbut juga. Astagfirrulah.

makanan yang ada dipiring hendaknya dimakan hingga habis , jangan sampai mubadzir, karena kita tidak boleh menyianyiakan rejeki yang diberikan  Allah. harta yang kita punya harus dapat digunakan sesuai rambu rambu dan syari’at serta akhlaq.bukan untuk dihambur hamburkan secara percuma.

sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki makanan yang telah diberi kali ini, pujilah nama Allah,sesuai nikmatnya. dengan begitu insya Allah kita akan menjadi manusia yang terkendali dan tidak diperbudak oleh nafsu sesat. 

tulisan ini sebagiannya ditujukan buat putra putriku tercinta  Alayka Daffa dan Alycia hiko karena di usia mereka yang masih hijau saya berdo’a agar nantinya mereka tidak ternoda oleh warna warna buram yang lain ya Allah. amin

Diterbitkan di:  on Juli 18, 2009 at 8:34 am Komentar (30)

sebuah sisi dari ‘C i n t a

Banyak orang bertanya, apa itu cinta..? anda boleh saja punya pengertian sendiri yang sederhana maupun lebih tinggi dari itu,namun bagi saya ‘cinta berarti menerima apa adanya. saya memang belum bisa melaksanakannya secara sempurna, namun akar dari ‘cinta itu ada pada keikhlasan untuk menerima apa adanya.begitu keikhlasan itu kita dapat,maka kita sudah memegang seluruh bagian dari  pohon ‘cinta itu. entah itu ikhlas menerima pasangan kita , sekeliling dari hidup kita. mungkin alangkah indahnya bila kita di anugrahi untuk selalu mencintai tanpa harap balasan dari pasangan kita , jika semua insan berprinsip seperti ini , bukan tidak mungkin dunia ini menjadi damai penuh dengan cinta , semua orang berlomba untuk menjadi juara dalam mencintai. dalam tiap minggunya kita buat  jadwal untuk mencintai,

 senin : cinta terhadap pasangan kita

selasa: cinta kepada orang tua kita

rabu  :cinta kepada putra putri kita

kamis : cinta kepada pekerjaan kita

jumat : menambah kecintaan kita kepada Sang pencipta juga RasulNya

sabtu : cinta kepada …..

 

ada yang berkenan mau nambahin,??  ayo mas dan mbak , .monggo kerso

Diterbitkan di:  on Mei 24, 2009 at 7:54 am Komentar (27)

Ketika Pohon dan Burung bercerita..

Semakin kita perhatikan Alam yang ada di sekitar kita ini , makin banyak pula Makna yang kita peroleh darinya. apa yang dikatakan tentang keberanian, apa yang dikatakan tentang kesabaran,kesungguhan,ketekunan,pantang frustasi,pantang sedih hati,dan lainnya. semua itu akan diberikan oleh Allah Swt. jika kita teliti dan cermat terhadap sekeliling kita. wujud tumbuhan dan hewan terkadang menyentakan kita dari lamunan. coba kita memetik pelajaran dari pepohonan di samping rumah kita.tumbuh tumbuhan mengalami terik panas dan kehujanan , sebagai SunnahNya mereka tidak ‘berlari‘ menghindar untuk sekedar berlindung. mereka terima semua itu sebagai sesuatu yang memang harusnya demikian.mereka tidak juga protes ,mengeluh. dan semua itu ternyata untuk : k i t a.

juga coba perhatikan para binatang yang membuat sarangnya sendiri, sepasang burung bekerja seharian bersusah payah mengumpulkan ranting demi ranting  yang ia ambil dari tempat jauh. lalu ketika sarang anak anaknya sudah rampung, tiba tiba datang angin menghempasnya. Masya Allah…..aku tertegun tatkala mereka bangkit dan terus bernyanyi kembali sembari menata rumahnya yang hancur. tidak ada kata menyerah bagi mereka.

ketabahan pepohonan dan keuletan  burung burung , untuk mempertahankan hidupnya tentunya bukan untuk dirinya sendiri . tahukah anda semua di sediakan dari alam untuk Kita manusia. cericit suaranya , juga keindahan bulunya sudah pasti melengkapi hiburan dunia ini. semua itu disediakan untuk  kita agar dapat mengarungi hidup dengan penuh semangat dan rasa optimis . dan kita sudah memetik hikmah sebagiannya dari buku alam itu.

Diterbitkan di:  on Mei 3, 2009 at 10:44 am Komentar (34)

Banggalah ketika anda kalah

imagesKompetisi memang membawa vitalitas dalam kehidupan ini.membuat kehidupan ini menjadi lebih bergairah.bangun pagi jadi lebih bersemangat.tidaklah ada kehidupan yang senantisa berisi kemenangan.menang dan kalah adalah dua hal yang selalu bergandengan untuk saling melengkapi.ada yang menang tentunya karena ada yang kalah kan,untuk itulah,supaya stamina hidup tetap terjaga penting sekali kita menguasai diri sendiri sebelum menguasai orang lain.dengan kata lain ,banggalah ketika anda kalah dan rendah hatilah ketika anda menang. saya tidak tahu keyakinan anda,namun saya merasa sudah menjadi pemenang setelah memahami prinsip “banggalah ketika kalah” sebab, kemenangan sebenarnya ada disini: didalam diri sendiri.dan ini mesti diperjuangkan terus menerus. memang kemenangan  tidak  pernah ada yang sempurna. karena Allah sebenarnya berkomunikasi dengan kita setiap hari. cuma ada orang yang menangkap makna kejadian yang lewat didepan mata dengan seluruh kepekaannya, disisi lain ada yang buta dan tuli terhadap semua itu. dalam kerangka berpikir seperti itu, saya mensyukuri nikmat Nya baik dalam kemenangan maupun kekalahan.  keduanya bagi saya menghadirkan kebanggaan.bahkan dalam kekalahan ,pada hakekatnya  kebanggaan   menyatu dengan kemuliaan.   tulisan ini sebagiannya saya tujukan buat putra tercinta  Alayka Daffa Ramadhan di usianya yang ke 9, telah dengan berani  untuk maju  pada  kejurda Catur   tingkat daerah cirebon pada bulan Mei mendatang.   yang tentunya ayah terus berdo’a agar ade bisa  ’menang’ nanti dan jika kalah pun ayah tetap bangga padamu nak.   selamat berjuang nak….. . .  disetiap tarikan nafasku selalu berhembus do’a untukmu.                 

Diterbitkan di:  on April 18, 2009 at 8:26 am Komentar (47)

Menghayati Kasih Sayang-Nya

Diantara sekian banyak manusia di bumi ini,tidak sedikit yang diistilahkan oleh seorang penyair sebagai “ mereka yang terhampar diantara abu dan debu “.banyak sudah saudara kita yang mengalaminya. duka dan derita selalu berkunjung kepadanya.kadangkala kita melihat diantara mereka menjadi pengunjung setia tong tong sampah rumah kita,hanya sekedar mencari sisa butiran nasi yang masih bisa dimakan.mereka penghuni tetap emperan toko,kolong jembatan. bagi mereka yang penting dapat melindungi diri dari terik dan hujan…. Berjalan ketempat lain,mata kita sering terpana melihat pasangan insan sambil berbaring di atas tumpukan kertas koran yang sudah lusuh, meraka bisa tertawa ria sambil sesekali bergurau….damailah, si Pria kadang merokok dari kumpulan puntung puntung rokok yang dia pungut di jalan, disapnya rokok itu dengan begitu nikmatnya,entah bagaimana sih rasanya karena aku bukan perokok. dibawah jembatan terdengar dendangan si wanita melagukan dangdut yang sangat sumbang ,namun mereka terlihat bahagianya. Masya Allah ,berbahagiakah mereka ?? mengapa mereka bisa tersenyum dan tertawa? dari manakah datangnya rasa itu? …menurut saya : semua ini berasal dari Kasih Sayang Allah kepada hambanya ini. di sisi jalan yang lain aku begitu tertegun ,mata ini terasa berair karena dasar hati ini tersentuh , Seorang lelaki tua berjalan tertatih tatih menggendong karung berisi barang barang bekas yang dia dapatkan secara halal. sementara pakaian yang ia pakai terlihat bersih namun banyak sekali tambalannya. dipersimpangan jalan dia berbelok ke arah Rumah Tuhannya untuk sekedar bercerita tentang hidupnya hari ini. air wudhu terlihat sangat menyegarkan wajahnya yang keriput ,siang ini dia mau mendirikan Shalat Dhuhur, dia keluarkan selembar kain sarung tua yang bersih dari dalam tas kecil yang dibawanya.Dia Shalat dan berDo’a dengan Khusuk sambil menegadahkan kedua tangannya yang gemetar.menandakan betapa beratnya beban hidup yang ia pikul. tapi…lihat! dia merogoh kantong celananya ,ia keluarkan uang recehnya lalu dimasukannya ke dalam kotak amal yang teronggok diMasjid itu…..! harapan yang sangat kuat,bahwa kehidupannya kelak dialam Barzah perlu dana untuk mengantarnya ke Syurga…amin , itu sudah merupakan Janji Allah untuk Hambanya yang taat karena Syurga adalah kehidupan dan kenikmatan yang kekal abadi. dia yakin benar bahwa Rahmat Allah selalu ada dan yakin pula bahwa Allah adalah ar-Rahman dan ar-Rahim……… Maha Suci Allah,aku berserah diri hanya kepadaMu.

Diterbitkan di:  on Maret 26, 2009 at 5:40 am Komentar (32)

Berguru pada kehidupan

berguru pada kehidupanSudah banyak pemikir yang telah mencoba menjabarkan apa itu kehidupan.dari ide  yang mengatakan bahwa hidup itu sebuah pilihan,hidup itu torehan perjalanan spritual,hidup itu sebuah misi, yah penuh dengan misteri. tapi tentu saja bahwa dalam hidup setiap penggalan kejadiannya semoga memberi makna buat kita.pilihan manapun yang anda setuju ,-  tetaplah jika : lahir , jodoh , rejeki , kematian…merupakan hak Tuhan, mutlak….     saya menghargai cara hidup anda,tetapi bagi saya amatlah penting kiranya untuk bertanya di setiap kejadian, apa makna dibalik semua kejadian yang kita alami.  suatu hari aku kehilangan orang yang amat kucintai , betapa tidak berdayanya kita umat manusia dikala ajal menjemput ,lalu ditengah perasaan duka yang amat dalam ,aku teringat dengan perilaku ,tutur kataku.lantas  bagaimana dengan tabungan amalku ,berapakah saldonya ,itu yang nantinya menjadi bekal dihari nanti…pertanyaannya sekarang maukan kita berefleksi dari semua yang hadir didepan mata ini,..dan yang terpenting menurutku bahwa hidup ini adalah   ‘b e l a j a r’       iya belajar membaca ayatNya,  belajar mencintai dengan tulus ,  belajar berbagi …..bagaimana dengan anda  ?

Diterbitkan di:  on Maret 8, 2009 at 7:42 am Komentar (21)

Belaian Kabut dan Angin Bebungaan

kesederhanaan

kesederhanaan

…..Untuk seseorang yang ku pahami,.  Kisahmu tentang salju tidak lagi membuatku terkejut d’, meski rasa dingin menusuk yang membekukan , yang nantinya kembali lagi membuahkan mimpi yang paling buruk…,’bahwa jiwaku nantinya kan terkubur bersama burung putih yang terbang dalam keadaan basah kekuyupan…sekarang ini aku hanya bisa mengajarimu alif , ba , ta. dalam nada pelan dan  jika kau tanyakan lagi  kisah cerita dari negeri dongeng ,seperti biasa aku hanya bisa terdiam… bersama malaikat yang juga tak bisa mengerti,karena hati kecilku mengatakan bahwa negeri itu hanya bisa diwujudkan dari keringat dan kerja keras kita sendiri  d…hari itu langit seolah runtuh menimpa jalananku yang masih panjang,..sebab untaian kata telah kau cemari maknanya,lah… ketika kalimatku tebarkan kebenaran,seolah aku mengarungi lautan mati , lalu jiwaku tersangkut di ranting,bebatuan,serta karang….sungai mengalir dan menggenangi muara hatiku…sehingga bisa menumpaskan segala maknanya.      Sekarang aku makin mengerti d, membayangkan suatu bentuk kehidupan  seperti yang selalu engkau angankan,tak terasa telah menjauhkan kita dari nilai nilai hakiki…saya takut bahwa harapmu yang demikian besar nantinya bakal memperbesar rasa kecewamu di suatu  masa…kecuali engkau sekarang makin bisa mencintai hitam dan putih janganlah dulu warna warna yang lain,segeralah bangun dipagi hari d’ dengarkan kicauan burung dan lihatlah mentari merah kan segera menyapa harimu. semoga kau makin bisa mencintai  ” k e s e d e r h a n a a n “…..

terimakasih engkau sudah mau mengerti,…

Diterbitkan di:  on Februari 28, 2009 at 8:46 am Komentar (5)

Jika Waktu bisa Kembali

images*** Saat kita tua nanti,ketika duduk bersimpuh didepan anak cucu kelak kita akan bercerita banyak tentang hal,’dulu kakek itu….’ semua kisah perjalanan hidup akan di putar ulang kembali sembari mencoba mengingat ingat dan berharap kepada anak cucu mau belajar dari apa apa yang sekarang menjadi catatan Sejarah… Ketika renta nanti , saat tubuh tak mampu berbuat banyak karena sudah teramat rapuh , kita akan berkata didepan anak cucu ” dulu kakek begitu Kuat,tenaganya besar , mampu mengangkat beban yang berat …dan seterusnya.., namun saat menceritakan itu , tak sadar air mata kita menetes tak terasa,karena tenaga yang besar dan kekuatan yang kita punya kala muda dulu ternyata tidak digunakan untuk membantu orang orang yang lemah , tak berguna bagi kehidupan orang lain yang benar benar memerlukan pertolongan… Sewaktu wajah sudah mulai keriput , tak tampan atau cantik lagi , kita mencoba memberikan Senyuman termanis agar tetap mempesona , cerita pun mengalir “Kakek  itu dulu Ganteng , senyumnya menawan ,banyak gadis yang jatuh pingsan..atau “dulu Nenek jadi bunga desa ,banyak lelaki antri untuk melamar….dst , yah sewaktu menceritakan itu sesungguhnya kita tengah meratapi betapa tak berharganya ketampanan ,tak berartinya kecantikan wajah saat hari tua tiba,’kenapa dulu saya mendewakan sesuatu yang bakal sirna’… MasyaAllah… Sekarang sebelum kita benar benar tua , selagi wajah masih tampan dan cantik,mumpung tenaga masih kuat, kaki masih mampu melangkah jauh dan usia masih menempel di Raga , mari kita berbuat baik dari yang terbaik  biar nanti kita bisa bercerita banyak buat anak cucu kita , agar mereka mendapatkan pelajaran berharga dari lidah lidah yang gemetar bercerita tentang masa lalunya ….itu hanya bisa dimulai dari SEKARANG  , sebelum masa tua itu datang… mulailah menghargai waktu  kawan , S e m o g a

Diterbitkan di:  on Desember 25, 2008 at 5:54 am Komentar (4)