Seorang Lelaki ditepian sebuah telaga nan sepi  nampak hanya berdiri , hening

Kesunyian hatinya lelah menyusuri alur Sungai mencari muara…ataukah hulu

Rindu begitu tebal telah menyelimuti jiwa dan hatinya

mengharapkan setetes buliran embun yang jatuh disekeping hati yang selalu menggeliat.

pada air telaga ia selalu berkaca membayangkan wajah ayahnya yang selalu membelai kening dengan begitu ikhlasnya…

mengharap bisa menyandarkan pundak di sisinya, mencari kedamaian

sore itu lelaki tetap berdiri di tepian telaga , dalam lingkaran air  ranting kering patah mengusik air yang tenang dan memecah lamunan

pepohonan terdiam…

ranting membisu…

telaga menghela nafas..

mereka semua termangu setelah lelaki bertanya :” untuk apa bertemu kalau nantinya akan berpisah…”