Seorang Lelaki ditepian sebuah telaga nan sepi nampak hanya berdiri , hening
Kesunyian hatinya lelah menyusuri alur Sungai mencari muara…ataukah hulu
Rindu begitu tebal telah menyelimuti jiwa dan hatinya
mengharapkan setetes buliran embun yang jatuh disekeping hati yang selalu menggeliat.
pada air telaga ia selalu berkaca membayangkan wajah ayahnya yang selalu membelai kening dengan begitu ikhlasnya…
mengharap bisa menyandarkan pundak di sisinya, mencari kedamaian
sore itu lelaki tetap berdiri di tepian telaga , dalam lingkaran air ranting kering patah mengusik air yang tenang dan memecah lamunan
pepohonan terdiam…
ranting membisu…
telaga menghela nafas..
mereka semua termangu setelah lelaki bertanya :” untuk apa bertemu kalau nantinya akan berpisah…”
23 tanggapan kepada “sekeping hati yang merindu”
kawanlama95
Mei 13th, 2010 pukul 07:02
akupun masih merindukanya dalam kesunyian malam meyusuri sepinya rindu semua ini kumaknai dengan kegundahan hati yang berbisik mengatakan … aku menantimu namun kegelisahan itu hilang setelah dia pergi oooh
rindu hati ini
Tary Sonora
Mei 14th, 2010 pukul 04:01
merindu…. rindu nyanyian sunyi dari sekeping hati, semoga kehadirannya bisa menyaput rindu
Chrisy
Mei 26th, 2010 pukul 23:33
akupun masih merindukanya dalam kesunyian malam meyusuri sepinya rindu semua ini kumaknai dengan kegundahan hati yang berbisik mengatakan … aku menantimu namun kegelisahan itu hilang setelah dia pergi oooh
+1
bluethunderheart
Mei 28th, 2010 pukul 15:12
kuat antara postingan dengan photonya
nice
salam hangat dari blue
wajancrepes
Juni 2nd, 2010 pukul 05:14
rindu dengan kueh crepes buatan saya mas..? monggo dicoba ehmnn pasti enak..salam kenal.
adelays
Juli 20th, 2010 pukul 07:58
Bahasa dan gaya penulisan yang sangat puitis Mas andioka. Saya sedang membaca karya sastra Jempolan.
adelays
Agustus 23rd, 2010 pukul 05:00
Saya mampir ke blog mas Andioka…
Saya mampir ke Cirebon.. tapi sampainya tengah malem…
Hehehe…
gerhanacoklat
Agustus 23rd, 2010 pukul 09:54
akupun merindu lelaki itu
namun doaku terus menyertainya di sana
Rindu
Agustus 28th, 2010 pukul 05:15
ah nama saya disebut, “kang setiap pertemuan pasti ada perpisahan, jangan bersedih, saya hanya pergi untuk sementara”
*dibekep*
Aldy
Agustus 28th, 2010 pukul 14:25
Salam,
Boleh tahu mas? merindukan siapa?
Menjadi Blogger Yang Bahagia
Agustus 29th, 2010 pukul 03:48
menurut saya lebih baik bertemu sebentar saja meskipun akan berpisah
Haeruna
Agustus 30th, 2010 pukul 03:10
ko bisa ya bikin puisi bagus kaya gini
Satria Yudha
Agustus 30th, 2010 pukul 23:02
keren puisinya nih …hee..
adelays
Agustus 31st, 2010 pukul 01:18
Weitsssss, Rekan kita Andioka berganti Themes…
Selamat dengan ‘baju’ baru-nya.
angel
September 2nd, 2010 pukul 13:37
sabar mas… tar lagi mudik toh? kan ketemuan
Diajeng
September 5th, 2010 pukul 00:29
assalamualaikum…mas andi sehat ?
Alris
September 5th, 2010 pukul 13:01
Saya mampir ke blog sampeyan, salam kenal.
Baca-baca dulu, ya, komeng belakangan.
adelays
September 6th, 2010 pukul 08:18
Taqobbalallahu minna wa minkum
Selamat Iedul Fitri 1431 H, Mohon Maaf lahir dan bathin.
Adelays
oRiDo™
September 8th, 2010 pukul 01:38
foto nya pas banget..
tulisan berdasarkan foto?
atau..
kebetulan dapat foto yg pas nih?
Acacicu
September 26th, 2010 pukul 22:07
Benar benar menggambarkan sebuah kerinduan, meski menyisakan sebuah tanya yang tak terjawab; Salam hangat mas Andioka;
muhamaze
Oktober 6th, 2010 pukul 12:41
kang andioka, gimana kabar? masih inget saya…?
sory nih baru berkunjung lagi..
adelays
Oktober 15th, 2010 pukul 09:12
Mas Andioka… apa khabar….
Semoga dalam keadaan baik-baik saja.. Amin..
aida
September 16th, 2011 pukul 07:30
kupun masih merindunya dalam sepiku
namun apalah daya
kini ia telah menyunting bunga yang lain
namun biarlah
kini kuterluka karna sembila cintanya
begitupun masih kumenyintanya
karna aku tak sanggup usir cintanya
terlajur kujadikan lentera didalam dada hanya doa tak hanti kupinta
moga disana engkau bahagia
untukmu kusimpan cintaku
meski kini tlah kutemui cinta yang baru