…Untuk seseorang yang ku pahami. Kisahmu tentang salju tidak lagi mengejutkanku, meski rasa dingin menusuk yang membekukan. yang nantinya kembali lagi membuahkan mimpi yang paling buruk, bahwa jiwaku nantinya kan terkubur bersama burung Karasu putih yang terbang dalam keadaan basah kekuyupan.sekarang ini aku hanya bisa mengajarimu alif , ba , ta. dalam nada pelan.

dan jika esok engkau tanyakan lagi kisah cerita dari negeri dongeng, seperti biasa aku hanya bisa terdiam. bersama malaikat yang juga tak bisa mengerti, karena hati kecilku mengatakan bahwa negeri itu hanya bisa diwujudkan dari keringat dan kerja keras kita sendiri. namun hari itu langit seolah runtuh menimpa jalananku yang  panjang. sebab untaian kata telah kau cemari maknanya, ketika ucap kalimatku tebarkan kebenaran untuk mu.

sukmaku telah mengarungi lautan yang mati, sungai sungai rindu mengalir lalu menggenangi muara batin. sehingga nantinya bisa menumpaskan segala maknanya. Sekarang aku makin mengerti, bentuk kesombonganmu tak terasa telah menjauhkan kita dari nilai nilai fitri. saya takut bahwa harapmu yang demikian besar nantinya bakal memperbesar rasa kecewamu di suatu masa. kecuali dikau sekarang makin bisa mencintai hitam dan putih, ayo segeralah bangun  dan dengarkan irama kicauan burung menyambut pagi . lihatlah mentari merah akan segera menyapa harimu. semoga engkaupun makin bisa mencintai ” hidup  ” ini.

terimakasihsekali lagi karena engkau sudah mau mengerti.