Adikku bisakah kau lihat panorama ini..
Sehabis hujan , pekarangan itu meneduh , sisa buliran hujan berbaur dengan deraian air dari atap membentuk lembaran tirai bening yang tipis, langit seolah berwarna meski dihasilkan dari goresan kuas yang hampir kering. pada bidang awan lain temaram cahayanya terpantul bias awan yang putih, seolah merona…ada hijau, hijau coklat, hijau kuning .. dan hijau yang hampir pupus.
sementara itu terdengar dentangan air talang bergemeletak sadarkan keheningan. hembusan angin yang begitu lembut, dengan nyata mengajak pucuk kembang dan dedaunan untuk bergoyang ….,terantuk antuk disapa gerimis. warna tanahnya terlihat menyala, disana ada kita….
masih bisakah kau ingat panorama itu..
Bawalah serta aku ke angkasamu de kita temui awan dan lukisan langit yang dulu kita buat….sementara itu biarlah angin selalu sejukan tubuh kita, karena aliran darah pasti membuat jiwa bergemuruh.Raihlah semua mimpi bahagiamu de Meski bukanlah aku yang nyata ada di sisimu.Nikmati harimu yang indah , rasakan , jangan lewatkan ….Bahagiamu juga bahagiaku dan Janganlah ada yang terluka karenanya.
2 tanggapan kepada “Rona Jingga”
iintansweet
Desember 30th, 2011 pukul 03:40
he he he….bahasa bersayapnya….nyamarin bgt……..
sunarno2010
Desember 31st, 2011 pukul 10:31
aku suka hujan dan sangat ingin mengabadikan menjadi sebuah puisi